Usaha-usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya senantiasa tidak terlepasdari benturan-benturan antar nilai,norma-norma sosial dengan keterbatasan kemampuan dan sumber-sumber kebutuhan yang diperebutkan. Maka timbul gejala-gejala sosial yang meresahkan masyarakat yang disebut dengan masalah sosial. Soekanto 1995 mengatakan bahwa masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan /masyarakat yang membahayakan kelompok sosial. Horald A. Pheles dalam Abdul Syani mengatakan ada 4 sumber masalah sosial:
1. Berasal dari faktor ekonomis (kemiskinan, pengangguran dll)
2. Berasal dari faktor biologis (penyakit jasmani/ cacat)
3. Berasal dari faktor psikologis (susah menyesuaikan diri, sakit jiwa dll)
4. Berasal dari faktor kebudayaan (perselisihan suku, ras, agama)
Roucek dan Warren dalam Abdul Syani mengartikan masalah sosial sebagai masalah yang melibatkan sejumlah besar manusia dengan cara- cara yang menghalangi pemenuhan kehendak- kehendak biologis dan sosial yang ditetapkan mengikuti garis yang disetujui masyarakat. Berbagai masalah sosial :
1. Kriminalitas
Timbulnya kriminalitas oleh karena adanya perubahan masyarakat dan kebudayaan yang dinamis dan cepat. Kriminalitas tidak berarti disebabkan oleh disorganisasi sosial dan anomi semata, seperti yang dikemukakan Durkheim. Melainkan juga disebabkan oleh hubungan antara variasi keburukan mental dengan variasi organisasi sosial. Tindakan kriminalitas biasanya terjadi pada masyarakat yang sedang tergolong berubah terutama masyarakat kota yang banyak tekanan.
2. Kemiskinan
Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut (Soekanto 1995).
3. Kependudukan
Masalah sosial sebagai akibat perubahan penduduk tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pada daerah tertentu saja, melainkan dirasakan pula oleh masyarakat secara menyeluruh. Untuk negara tertentu seperti indonesia, telah melakukan berbagai upaya dalam rangka pengaturan jumlah penduduk melalui program keluarga berencana juga transmigrasi.
4. Korupsi
Poerwadinata dalam kamus besar bahasa indonesia menyatakan korupsi adalah perbuatan buruk seperti penggelapan uang dan menerima uang sogok. Pendekatan terhadap korupsi dapat dilakukan secara sosiologis, normatif, polotik maupun ekonomi. Faktor internal pendorong korupsi adalah:
a. Mental dan spirital yang lemah akibat tidak adanya pendidika agama yang baik.
b. Kurangnya keberanian diri untuk jujur dan melaporkan tindakan korupsi.
c. Gaya hidup mewah dan konsumtif
d. Kurangnya sikap tanggung jawab setiap individu.
e. Kebutuhan yang tidak sesuai dengan kemampuan untuk memenuhi.
f. Keserakahan untuk menguasai apa yang tidak menjadi haknya.
Faktor eksternal yang mempengaruhi korupsi adalah:
a. Sistem dan lingkunag yang mendukung tindakan korupsi.
b. Kebiasaan buruk dalam masyrakat/ menyogok.
c. Perilaku masyarakt yang menghargai orang kaya dari pada orang jujur.
5. Peperangan.
Peperangan merupakan masalah sosial yang paling sulit pemecahannya disepanjang sejarah kehidupan manusia. Peperangan menyebabkan disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan, peperangan menghancurkan sistem sosial, mental masyarakat akan depresi, hidup dilanda ketakutan dan kekhawatiran.
6. Lingkunagn hidup.
Lingkungan hidup dibedakan dalam 3 kategori:
a. Lingkungan fisik (semua benda mati yang ada disekitar manusia)
b. Lingkungan biologis (segala sesuatu yang ada disekeliling manusia berupa organisma hidup)
c. Lingkungan sosial (terdiri dari orang-orang baik individual maupun kelompok)
7. Disorganisasi keluarga
Adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit,karena anggota – anggotanya gagal memenuhi kewajiban yang sesuai dengan peran sosialnya. Bentuk disorganisasi keluarga:
a. Unit keluarga yang tidak lengkap karena hubungan diluar perkawinan.
b. Putusnya perkawinan sebab perceraian.
c. Adanya kekurangan dalam keluarga tersebut dalam hal komunikasi.
d. Krisis keluarga(kepala keluara meninggalkan rumah tangga).
e. Krisis keluarga karena faktor intern (terganggu kejiwaan).

8. Gelandangan
Istilah gelandanga yang berarti selalu berkeliaran / tidak mempunyai tempat tinggal tetap (Suparlan 1995). Gelandangan sebagai suatu masalah sosial yang terwujud diperkotaan disebabkan oleh kondisi. Adanya gelandangan dikota bukanlah semata-mata karena berkembangnya sebuah kota tetapi karena tekanan ekonomi.

Pendekatan dalam pemecahan masalah soail
1. Pendekatan sektoral
Masing- masing sektor memiliki karaketr dan masalah yang perlu diatasi. Dalam memandang masalah perlu melihat dahulu sektor apa yang menjadi faktor utamnya. Cara pendekatan sektoral ini sangat perlu oleh karena kita tidak akan mampu melihat persoalan secara keseluruhan, tanpa mengetahui bagian- bagian yang ada didalamnya.
2. Pendekatan terpadu
Masalah- masalah yang ada menyangkut berbagai disiplin ilmu. Jadi masing – masing bidang mempunyai ikatan satu sama lain yang erat sehingga merupakan perpaduan yang sulit dipisahkan. Cara mengatasi masalah demikian tidak hanya bisa dipandang dari satu segi saja/ bersifat sektoral saja tetapi harus terpadu.