PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa manusia ke dalam kehidupan yang serba praktis dan ekonomis. Sering manusia mengikuti perkembangan zaman tersebut tanpa memikirkan (solusi) untuk mengimbangi jumlah sumber daya alam yang sifatnya terbatas. Sumber daya alam adalah sesuatu yang telah disediakan oleh alam untuk (berguna) bagi kehidupan manusia. Sumber daya alam sendiri terdiri dari berbagai jenis, antara lain; angin,sinar matahari dan air. Dan telah diketahui bersama bahwa sumber daya alam itu bersifat terbatas sehingga tidak bisa di perbaiki ketika rusak atau habis agar bisa di gunakan kembali.
Air merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Tanpa adanya air maka peradaban manusia pun akan terancam. Sedangkan air itu sendiri adalah salah satu sumber daya alam yang sifatnya terbatas, sehingga kita sebagai manusia hendaknya selalu senantiasa menjaga keberlangsungan sumber daya air. Namun seiring berkembangnya zaman mendorong manusia untuk selalu mengadakan perubahan dengan salah satu dampak yaitu mengurangi debit air. Perubahan tersebut dapat di lihat di berbagai tempat,antara lain;
• Area (lahan kosong) yang seharusnya di gunakan sebagai daerah peresapan air tapi saat ini telah berubah menjadi pemukiman yang padat penduduk. Fenomena ini umumnya terjadi di perkotaan yaitu sebagai akibat dari urbanisasi.
• Di daerah sekitar pantai juga digunakan sebagai permukiman.
Semakin sempitnya daerah resapan air maka kualitas air pun juga akan terganggu. Keperluan air di daerah perkotaan, semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan ekonomi. Air khususnya di daerah perkotaan sekarang sudah merupakan komoditi yang “langka” dan relatif mahal.Untuk memenuhi keperluan masyarakat yang berkembang tersebut, sumberdaya air disamping perlu tersedia dalam kuantitas yang memadai, juga harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan untuk menjamin kesehatan masyarakat pemakai. Untuk itu usaha-usaha pelestarian sumberdaya daya air, baik sumberdaya air hujan, air permukaan maupun airtanah menjadi sangat perlu dilakukan. Kualitas air disamping ditentukan oleh lingkungan alam darimana sumber air tersebut berasal, juga dipengaruhi oleh aktivitas pemanfaatan dan pencemaran yang dihasilkan oleh kegiatan masyarakat yang bersangkutan.
Persoalan air bersih dan ketersediaan air di masa depan bukanlah persoalan yang harus dipandang sebelah mata, karena persoalan-persoalan ini akan menjadi potensi konflik sumber daya alam baik yang bersifat horizontal sesama warga masyarakat seperti perang antar kampung, perang antar suku dan lain-lain yang memperebutkan air bersih, juga perang antar daerah dengan pusat dalam rangka pengelolaan air bersih dan potensi sumber daya alam. Tidak hanya itu saja, konflik ini bakal diperparah dengan “kehadiran asing” dalam masalah ini, baik melalui investasi asing yang menanamkan modalnya ke sektor perairan ataupun sumber daya alam lainnya.
Secara singkatnya berkurangnya debit air bersih merupakan bencana besar bagi keberlangsungan hidup manusia. Sering terjadi konflik akibat berebut persediaan air bersih dikalangan masyarakat tanpa disadari bahwa bencana tersebut sebenarnya berasal dari ulah manusia sendiri yang tidak memelihara alam.

BAB II
PERMASALAHAN
Dari pendahuluan tersebut maka dapat diambil suatu kesimpulan awal bahwa berkurangnya debit air merupakan akibat dari ulah manusia yang tidak memelihara alam. Namun juga tidak menutup kemungkinanakan muncul pertanyaan-pertanyaan seputar permasalahan sumber daya air tersebut,yang akan dibahas dalam makalah ini. Permasalahan tersebut antara lain adalah :
1. Apakah penyebab dari degradasi air di bumi ini?
2. Dimana saja daerah yang berpotensi terjadi krisis air bersih?
3. Upaya apakah yang dilakukan untuk meminimalkan masalah tersebut?

BAB III
PEMBAHASAN

1. Penyebab degradasi air
Berbagai faktor penyebab berkurangnya debit air bersih,antara lain;
a. Kekeringan,
Saat ini banyak fenomena kekeringan yang melanda sejumlah daerah. Kekeringan bisa merupakan akibat dari ulah manusia ataupan karena kondisi geografisnya. Dari ulah manusia
b. Praktik illegal logging yang tidak terkendali,
Illegal logging merupakan praktek penebangan pohon secara liar tanpa di imbangi dengan penanaman kembai. Keuntungan yang di peroleh pelaku illegal logging ini meman sangatlah besar,namun mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya akibat yang di timbulkan jauh lebih besar dari pada keuntungan yang di peroleh. Saat hujan turun air tersebut tidak akan diserap oleh tanah karena tanah tersebut tidak mempunyai akar sehingga akan terus mengalir. Tidak jarang juga mengakibatkan banjir bandang. Illegal logging umumnya terjadi di daerah perbukitan sehingga ini salah satu factor penyebab berkurangnya debit air khususnya di perkotaan.
c. Pengelolaan sumber-sumber air bersih yang tidak benar.
Sungai merupakan salah satu sumber air bersih bagi manusia. Namun saat ini air bersih tersebut telah berubah menjadi air keruh karena sungai yang tadinya bersih saat ini menjadi berbagai pusat aktifitas manusia. Kita bisa melihat masyarakat di sepanjang bantaran sungai, khusunya di perkotaan. Mereka menggunakan sungai tersebut sebagai tempat mandi,tempat buangan (sampah/kotoran),mencuci bahkan untuk konsumsi sehari-haripun menggunakan air tersebut. Maka di sadari ataupun tidak air tersebut telah tercemar oleh bahan-bahan kimia dari sabun yang mereka gunakan.
d. Proses industrialisasi.
Yang mencemari lingkungan sekitar yang berdampak kepada surutnya pasokan air bersih di suatu daerah ataupun timbulnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor adalah masalah limbah industrialisasi. Sampai saat ini ternyata masih banyak perusahaan-perusahaan yang membuang limbah pabriknya dengan dialirkan ke sungai. Ini tidak saja berakibat pada berkurangnya pasokan air bersih tapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang akan teranggu. Kita bisa membayangkan bagaimana kalau sampai bahan kimia dari limbah pabrik tersebut masuk kedalam tubuh kita dan kalau sudah begitu siapa yang akan bertangung jawab?
e. Faktor budaya,
Dimana budaya konsumtif dan tidak menghormati lingkungan membuat banyak daerah yang menjadi resapan air telah beralih fungsi menjadi gedung-gedung perkantoran, perumahan dan pertokoan elit. Pada dasarnya tanah yang bagus adalah tanah yang mengandung unsur-unsur hara sehingga mampu menyerap air. Tapi di perkotaan saat ini tanah sudah sulit ditemui,karena semua sudah beralih menjadi jalan-jalan yang dilapisi dengan semen(beton-beton).
Namun, krisis air bersih di perkotaan umumnya berbentuk tercemarnya sungai-sungai oleh limbah rumah tangga dan industri. Padahal air sungai itu dijadikan bahan baku pengolahan air kotor oleh Perusahaan Air Minum (PAM) menjadi air bersih. Semakin tercemar air baku yang ada, semakin mahal biaya pengolahannya. Situasi ini memaksa masyarakat membayar lebih mahal air bersih yang mereka gunakan.

2. Daerah yang berpotensi terjadi krisis air besih.
Masalah ketersediaan air bersih sekarang inipun telah menjadi “ancaman” di sejumlah daerah, hal ini terlihat dari adanya ekses kekurangan air bersih dan ketersediaan air itu sendiri seperti yang terjadi di Pangkajene, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan dimana enam Kecamatan antara lain Kecamatan Panca Lautang, Kecamatan Tellu Limpoe dan lain-lain terancam gagal panen akibat penutupan saluran induk irigasi teknis Saddang di Kabupaten Pinrang, akibat kekeringan dan krisis air.
Kondisi yang hampir sama juga yaitu terjadinya krisis air di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo yang berakibat ribuah hektar sawah yang terletak di 7 desa yaitu desa Jati Mulya, Suka Maju, Harapan, bongo. Tua, Bongo Dua, Mutiara, dan Mustika di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo yaitu diperkirakan mengalami gagal panen. Saat ini tanah di lahan persawahan sudah banyak yang mengalami keretakan besar, akibat kekeringan yang berkepanjangan.
Krisis air bersih juga terjadi di Karimun karena waduk UUAB/Unit Usaha Air Bersih Perusahaan daerah Karimun di Sei Bati mengalami kekeringan akibat adanya penyusutan debit air dan rusaknya 3 pipa di Transmisi I (Bukit Tiung), Transmisi II (Kampung harapan), Transmisis III (Tebing) akibat karat dan keropos. Disamping itu, krisis air bersih juga disebabkan karena musim kemarau, sebab biasanya debit air bersih yang disalurkan dari Waduk Sei Bati ke masyarakat Kecamatan Karimun dan Kecamatan Meral sebanyak 50 liter/detik, namun karena terjadi musim kemarau distribusi air hanya 40 liter/detik.
Sementara itu, ada 7 kecamatan yaitu Kecamatan Noebeba, Kuanfatu, Amanuban Selatan, Kualin, Nunkolo, Kot’olin dan Kolbano di Kabupaten Timur Tengah Selatan, Provinsi NTT yang hingga awal Maret 2010 terancam gagal panen akibat kekeringan, dimana lahan yang terancam kekeringan tersebut mencapai 2.849 hektar yang tersebar 38 desa. Dari tujuh kecamatan yang terancam gagal panen tersebut, Kecamatan Kolbano menduduki rangking pertama, yang lahan pertanian tanaman jagung terancam gagal panen dengan luas 1.250 hektar yang tersebar 11 desa, Kecamatan Kot’olin seluas 591,6 hektar di 5 desa, Kecamatan Amanuban Selatan, 460,69 hektar di 5 desa, Kecamatan Nunkolo seluas 290,25 hektar di 5 desa, Kecamatan Kualin seluas 179,96 hektar di 7 desa, Kecamatan Kuanfatu seluas 45,85 hektar di 2 desa dan Kecamatan Noebeba seluas 31 hektar di satu desa.

3. Upaya yang dilakukan untuk meminimalkan masalah tersebut.
Dalam acara forum dunia ll (World Water Forum) di Den Haag (Mater 2000) disebutkan bahwa Indonesia termasuk salah satu Negara yang akan mengalami krisis air pada tahun 2025. Untuk mengatasi krisis air yang semakin terasa pemerintah menerapkanUndang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang sumber daya air yang mengamantkanuapya konservasi (perlindungan), pendayagunaa dan pengendalian daya rusak yang seimbang.
Sedangkan untuk menjawab keterlibatan swasta dalam pengelolaan air bersih, Pemerintah mengeluarkan PP Nomor 16 tahun 2005 Tentang Pengembangan Sistem Air Minum. Di dalamnya diatur peran, tanggung jawab dan prosedur pengelolaan air minum dan air limbah oleh pemerintah daerah. Termasuk pelibatan sektor swata dan pembentukan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM).

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan UU No.32 tahun 2009 sumber daya alam adalah sebagai unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya hayati maupun non hayati yang secara keseluruhan membentuk kesatuan ekosistem.
Salah satunya adalah sumber daya air. Air sangat penting bagi kehidupan manusia, karena kebutuhan akan air oleh manusia sangatlah kompleks antara lain untuk minum,masak,mandi,mencuci dan lain-lain. Menurut perhitungan WHO,di Negara-negara maju tiap orang memerlukan air antara 60 sampai 120 liter per hari. Sumber daya air di bumi ini akan terus mengalami penurunan sebagian besar faktor yang menyebabkan adalah ulah manusia sendiri.

B. Saran
Seharusnya pemerintah sejak awal mempertimbangkan dalam mengatur tata guna lahan, misalnya dalam tata pembangunan perumahan penduduk. Pemerintah seharusnya lebih mempertimbangkan daerah (lahan) yang cocok untuk di dirikan bangunan dan yang cocok sebagai area konservasi. Sehingga tanah tidak kehilangan tingkat kesuburan dan bisa menyerap air, dengan begitu persediaan air di dalam tanah akan tetap terjaga.
Selain pemerintah, masyarakat seharusnya ikut berperan serta seperti; tidak membuang sampah di sumber air(sungai), bagi masyarakat yang mempunyai usaha industri besar ataupun kecil seharusnya tidak membuang limbah ke aliran sungai.

Daftar Pustaka

1. Pendidikan Lingkungan Hidup,2010: Universitas Negeri Semarang
2. http:/berita-aktual.com/index.php?option=com content&task=view&=id=885&Itemid=38
3. http://www.geotek.lipi.go.id/?=652n