Kurikulum terbentuk tahun 1947 diberi nama rentjana pembelajaran 1947. Kurikulum ini meneruskan kurikulum dari Belanda. Ciri utama kurikulum ini adalah menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.
Kurikulum sekolah dimulai tahun 1968. Pada kurikulum ini diberlakukan sistem bidang studi, kemudian berganti tahun 1975. Penyusunan program dengan pendekatan dan strategi prodesur pengembangan sistem instruksional. Kemudian kurikulum berganti tahun 1984/1986. Kurikulum ini menerapkan pendekatan pembelajaran yang menitik beratkan proses keterlibatan mental siswa dalam seluruh pengajaran. Kurikulum berganti lagi tahun 1994, pembelajaran mengacu pada prinsip belajar aktif. Kemudian digantikan kurikulum ahun 2004 yaitu kurikulum berbasis kompetensidan berganti lagi dengan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) tahun 2006. Perubahan kurikulum dimaksudkan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya.
Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan. Faktor pengembangan kurikulum :

1) Tujuan filsafat dan pendidikan nasional yang dijadikan sebagai dasar merumuskan tujuan institusioanl yang pada gilirannya menjai landasan dalam merumuskan tujuan kurikulum.
2) Sosial budaya dan agama dalam masyarakat.
3) Perkembangan peserta didik dan karakteristik peserta didik
4) Keadaan lingkungan dalam arti luas : lingkungan IPTEK (kultural) dan lingkungan hidup (bioekologi) dan alam (geografis).
5) Kebutuhan pembangunan : dibidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, hukum, dll.
6) Perkembangan IPTEK yang sesuai dengan sistem nilai dan kemanusiawian serta budaya bangsa.