masayarakat yang tinggal didaerah aliran sungai sebagian besar hidup dibawah garis kemiskinan. sehingga berdampak negatif terhadap kelestarian hutan. untuk itu diberlakukan usaha pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi masyarakat ini. ini dilatar belakangi oleh karena Indonesia merupakan salah satu negara yang sebagian wilayahnya masih berupa hutan alami.
pada tahun 1947 perum perhutani memulai dengan program MALU (Mantri Lurah) yang dikembangkan tahun 1982 menjadi program bembangunan masyarakat desa hutan (PMDH) dan tahun 1986 dilahirkan perhutanan sosial (PS) yang sejalan dengan perubahan reformasi dibidang politik, ekonomi, sosbud mendorong pula terjadinya reformasi dididalam pembangunan sektor kehutanan. dengan adanya reformasi ini pada tahun 2001 lahirlah pengelolaan hutan. bersama masyarakat (PHBM) namun ini belum sempurna maka ada revisi menjadi PHBM Plus yang diharapkan pelaksanaannya akan lebih fleksibel, akomodatif, partisipasif dengan kesadaran tanggung jawab sosial yang tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).
Pengelolaan sumber daya hutan adalah kegiatan inti yang meliputi penyusunan rencana pengelolaan sumber daya hutan. ini harus dibarengi oleh pengelolaan sumber daya hutan bersama masyarakat plus adalah suatu sistem pengelolaan SDH dengan kolaborasi antara perum perhutani dengan masyarakat desa hutan. ini bisa dilakukan didalam dan diluar kawasan hutan dengan memperhatikan skala prioritas berdasarkan perencanaan partisipasif.
masayarakat desa hutan merupakan masyarakat yang telah lama tinggal dan berkumpul dengan sesamanya dalam kurun waktu yang lama, kebutuhan keseharian mereka penuhi dari bertani dan tergangtung dengan adanya hutan. hutan dapat digunakan sebagai mata pencaharian tambahan. hal ini menjadi faktor penentu masyarakat menggunakan hutan sebagai komposisi untuk memperoleh uang tambahan. ketergantungan dengan hutan ini disebabkan oleh kemiskinan yang mendera masyarakat desaa hutan yang sudah turun temurun. masalah yang dialami oleh masyarakat desa hutan adalah berkurangnya lahan yang disebabkan pertambahan penduduk. terbatasnya lapangan pekerjaan, rendahnya pendidikan danpendapatan pula. ini menjadikan masyarakat desa hutan terbelenggu dalam kemiskinan.
Agroforestry Institute sebagai usaha pemberdayaan masayrakat kawasan hutan rakyat di daerah aliran sungai. pemberdayaan masyarakat desa hutan adalah proses perubahan secara partisipasif oleh warga masyarakat yang sadar dan terencana untuk menuju kemandirian dan keadilan. sedang peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah meliputi peningkatan daya beli, pendidikan, kesehatan yang diukur dengan indeks pembangunan Indonesia.
Agroforestry sebagai salah satu upaya yang dikembangkan pemerintah untk memberdayakan masyarakat desa hutan disekitar aliran sungai diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya. kerja sama antara perum perhutani dan masyarakt sekitarnya akan membentuk hubungan yang saling menguntungkan demi percepatan kemajuan masyarakat. selain sebagai usaha pemberdayaan masyarakat penerapan Agroforestry diharapkan dapat menjaga kelestarian alam khususnya hutan disekitar aliran sungai.